Laporan Praktikum SMA: PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH BIJI KACANG HIJAU

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH  BIJI KACANG HIJAU




Disusun Oleh:
Kelompok 3

                                               1. Lalu Hasfari Firmansyah
                                               2. Leni Handayani
                                               3. M. Nizar
                                               4. Mala Atul Ro'aini
                                               5. Maulidiana Eka Sari












SMAN 1 MASBAGIK
T.A 2015/2016






KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللة وبركاته

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya . Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan ke alam yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan yang membahas tentang “PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH  BIJI KACANG HIJAU”
Segala upaya penulis curahkan dalam pembuatan laporan ini, karena penulis berharap dapat membuat suatu laporan yang baik dan berguna bagi kita semua.
Penulis menyadari, laporan ini jauh dari kesempurnaan , baik dari segi tata bahasa, penjelasan dan penulisannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan sarannya demi kesempurnaan laporan ini. Atas kritik dan sarannya, penulis ucapkan terimakasih.



Penulis













DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................    i
DAFTAR ISI............................................................................................   ii
BAB I : PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang.............................................................................    1
B. Rumusan Masalah.........................................................................    1
C. Tujuan Penelitian...........................................................................    1
D.     Manfaat Penelitian.......................................................................    1
BAB II
A.     Landasan Teori............................................................................    2
B.     Hipotesis......................................................................................    4
C.     Variabel Penelitian.......................................................................    4
D.    Alat dan Bahan.............................................................................    5
E.     Prosedur Penelitian.......................................................................   5
BAB III: HASIL PENELITIAN
A.     Tabel Hasil Penelitian...................................................................   6
BAB IV: PEMBAHASAN........................................................................  7
BAB V : PENUTUP
A.     Kesimpulan..................................................................................   8
B. Saran.............................................................................................    8
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................   9









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pertumbuhan adalah salah satu ciri makhluk hidup yang melangsungkan  kehidupannya,. Seluruh organisme yang masih hidup melakukan pertumubuhan guna menambah massa, volume maupun tinggi tubuh organisme. Tidak terkecuali pada tanaman. Tanaman juga melakukan pertumbuhan sebagai salah satu ciri makhluk hidup. Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zigot menjadi embrio, kecambah kemudian menjadi satu individu yang mempunyai akar, batang dan daun.
B.     Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh ketersediaan air terhadap pertumbuhan kecambah biji kacang hijau ?
C.     Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh ketersediaan air terhadap pertumbuhan kecambah biji kacang hijau ?
D.    Manfaat Penelitian
1.      Bagi Institusi
Memberikan masukan atau saran dalam upaya mengembangkan penelitian biologi murni.
2.      Bagi Masyarakat
a.       Menambah wawasan untuk menggunakan berbagai jenis media tanam untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau.
b.      Memberi solusi terhadap kendala bercocok tanam terutama kacang hijau.
c.       Memberikan informasi  kepada masyarakat bahwa jenis air mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.





BAB II


A.    Landasan Teori
1.      Klasifikasi Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L)
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom 
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi 
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
 Rosidae
Ordo
Fabales
Famili
Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus
Spesies 
Phaseolus radiatus L.
Kerabat Dekat

2.      Morfologi Tanaman Kacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan pH air.
pH air sangat erat pengaruhnya terhadap pH tanah. Apabila konsentrasi H+ dalam larutan tanah lebih banyak dari OH (siraman air asam) maka suasana larutan tanah menjadi asam, sebalikya bila konsentrasi OH lebih banyak (siraman air basa) dari pada konsentrasi H+ maka suasana tanah menjadi basa. pH tanah
sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. pH tanah yang optimal bagi pertumbuhan kebanyakan tanaman makanana ternak adalah antara 5,6-6,0. Pada tanah pH lebih rendah dari 5,6 pada umumnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen. Bila pH lebih rendah dari 4.0 pada umumnya terjadi kenaikan Al3+ dalam larutan tanah yang berdampak secara fisik merusak sistem perakaran, terutama akar-akar muda, sehingga pertumbuhan tanaman menjadiaa terhambat.
Konsentrasi Alumunium dan besi (Fe) yang tinggi pada tanah memungkinkan terjadinya ikatan terhadap fosfor dalam bentuk alumunium fosfat atau Fe-fosfat. P yang terikat oleh alumunium tidak dapat digunakan oleh tanaman. Tanaman yang ditanam pada tanah yang memiliki pH rendah biasanya juga menunjukkan klorosis (peleburan klorofil sehingga daun berwarna pucat) akibat kekurangan nitrogen atau kekurangan magnesium.
Selain itu pH tanah rendah memungkinkan terjadinya hambatan terhadap pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat bagi proses mineralisasi unsur hara seperti N dan P dan mikroorganisme yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri tanah yang dapat bersimbiosis dengan leguminosa seperti Rhizobium atau bersimbiosis dengan tanaman non leguminosa seperti Frankia sehingga sering dijumpai daun-daun tanaman   pada tanah asam mengalami klorosis akibat kekurangan N. Bakteri tanah yang lain seperti azotobakter (A. Chroococcum ) yang dapat berasosiasi dengan akar tanaman hanya dapat hidup apabila suasana larutan tanah netral hingga basa. Mikroorganisme tanah lain yang bermanfaat bagi tanaman, yang dapat terpengaruh pertumbuhannya bila berada pada suasana asam adalah mikoriza. Mikoriza adalah jamur yang dapat melarutkan fosfor organik menjadi fosfor inorganik yang tersedia bagi tanaman.
Sebaliknya bila tanah bersuasana basa (pH>7.0) biasanya tanah tersebut kandungan kalsiumnya tinggi, sehingga terjadi fiksasi terhadap fosfat dan tanaman pada tanah basa seringkali mengalami defisiensi P. Sehingga pada umumnya, tanaman yang ditanam pada  keadaan tanah basa akan tumbuh dengan sangat subur.
3.      Pertumbuhan
a)      Pertumbuhan primer
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh prmer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batan dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
b)      Pertumbuhan sekunder
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik kembali.
Ciri-ciri jaringan meristemtik ini adalah mempunyai dinding yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola, stiplasma pekat dan sel-slenya belum berspeliasasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif, sel-sel meristem membelah dan membentuk sel-sel baru. Sel baru yang terbantuk itu pada awalnya rupanya sama tetapi setelah dewasa, sel-sel tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.
Jaringann meristem ada dua jenis yaitu :
a.       Jaringan meristem apikal
b.      Jaringan meristem lateral
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder yang meliputi:
a.       Kambium gabus
b.      Kambium fasis
c.       Kambium interfasis
c)      Pertumbuhan terminal
Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan:
·         Daerah pembelahan (daerah meristematik).
·         Daerah pemanjangan
·         Daerah diferensiasi
B.     Hipotesis
Tanaman mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik jika ditanam pada tempat yang ketersediaan airnya cukup.
C.     Variabel Penelitian
·         Variabel bebas:
Jumlah air yang disiramkan pada tanaman kacang hijau


·         Variabel terikat
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan parameter panjang atau tinggi tanaman dalam cm.
D.    Alat dan Bahan
1.      Alat:
-          2 pot/gelas plastik
-          Alat tulis
-          Penggaris
2.      Bahan:
-          6 biji kacang hijau
-          Media tanam (tanah/pasir)
-          Air
E.     Prosedur Kerja
Adapun cara kerja melakukan percobaan adalah sebagai berikut :
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Merendam kacang hijau pada air netral (pH=7),  memilih kacang hijau yang tenggelam di dasar air untuk di tanam pada media pasir/tanah.
3.      Memasukkan tanah/pasir kedalam gelas plastik (sebagai media tanam)
4.      Menyiram media tanam dengan air, pot A di siram 3 sendok air, dan pot B tidak disiram.
5.      Menanam kacang hijau pada media tersebut, satu pot sebanyak 5 butir kacang hijau
6.      Megulangi penyiraman setiap pagi dan sore hari
7.      Mengamati dan mengukur pertumbuhan kacang hijau





BAB III
HASIL PENELITIAN

A.    Tabel Hasil Penelitian
1.      Pot A
Hari-ke
Tinggi (cm)
Banyak Daun
Panjan Daun (cm)
1
0,5
-
-
2
1,2
4
0,8
3
3,4
8
1,7
4
4,6
10
3,2
5
7,1
10
4,3
2.      Pot B
Hari-ke
Tinggi (cm)
Banyak Daun
Panjan Daun (cm)
1
0,0
-
-
2
0,2
-
-
3
0,5
2
0,7
4
1,3
2
1,4
5
2,7
2
2,2






 BAB IV
PEMBAHASAN
Pada pengamatan pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau (Green Soya Seed) menggunakan variable jumlah air yang kami lakukan sejak 13 Agustus sampai dengan 17 Agustus 2015 bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksternal  ketersediaan air terhadap pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang hijau. Percobaan terhadap perkecambahan biji kacang hijau, dilakukan dengan menggunakan 4 sendok makan air pada pot A, dan tidak melakukan penyiraman terhadap pot B.
Dengan langkah-langkah percobaan yang kami sebutkan di halaman sebelumnya, kami memperoleh hasil dari pertumbuhan tanaman kacang hijau yang kami amati selama 5 hari. Terlihat seperti tabel hasil pengamatan yang terlampir di halaman sebelumnya. Tanaman pada pot A yang disiram 4 sendok makan air mengalami masa pertumbuhan yang baik. Sedangkan pada pot B yang tidak disiram, tanaman tidak tumbuh dengan baik, pertumbuhannya sangat lambat, hanya 1 biji kecambah yang tunbuh, tingi tanamannyapun hanya mencapai 2,7 cm dan pada hari ke tiga, tanaman yang tumbuh mulai sedikit layu. Ada satu biji lagi yang baru membuka kotiledonnya, tetapi pada hari ketiga tanamannya layu kemudian berubah warna menjadi kuning pucat, dan akhirnya mati
Selanjutnya mengenai perkembangan yang dialami tanaman kacang hijau dapat dilihat dari perkembangan daunnya yang meliputi jumlah daun, dan panjang daun. Pada tanaman yang kami amati, terlihat tanaman pada pot A mengalami perkembangan yang baik yaitu ditandai dengan jumlah daun yang muncul pada semua biji, sedangkan pada pot B hanya muncul 2 daun.
Dari hasil pengamatan di atas terlihat bahwa tanaman kacang hijau tersebut bisa tumbuh dengan baik jika ketersediaan airnya cukup.









BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami lakuakan, dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Tanaman akan tumbuh dengan optimal jika ditanam pada tempat yang memiliki ketersediaan air yang cukup
B.     Saran
Ketika melakukan penanaman, kita harus memperhatikan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan memberikan takaran yang cukup/tidak berlebihan dalam memberikan air, maupun bahan pendukung pertumbuhan tanaman yang lainya.


















Daftar Pustaka
Hidayat, Firman. PERANAN AIR DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN. Malang: Universitas Brawijaya


Komentar